• KOMUNIKASI DAN ENERGI ( RESUME 14 JURNAL ENERGI ) KAPITA SELEKTA KOMUNIKASI

    KOMUNIKASI DAN ENERGI
    ( Kapita Selekta Komunikasi )
    Definisi Komunikasi Lingkungan ( Robert Cox )
    Komunikasi Lingkungan lahir dari sinergitas dua ilmu, yaitu ilmu komunikasi dan ilmu lingkungan. Hal ini sesuai dengan apa yang dipaparkan oleh Robert Cox (2006) dan Hansen (2010) terkait komunikasi lingkungan. Komunikasi memberikan kontribusi penting bagi bidang lingkungan sejak tahun 1960 hingga kini. Komunikasi lingkungan (Oepen, 1999:6) adalah rencana dan strategi melalui proses komunikasi dan produk media untuk mendukung efektivitas pembuatan kebijakan, partisipasi publik, dan implementasinya pada lingkungan. Disini komunikasi lingkungan menjadi komponen yang terintegrasi dalam kebijakan.  Komunikasi lingkungan mengaitkan nilai tertentu dengan masalah kesehatan dan kesejahteraan, serta kemakmuran ekonomi. Yang pada akhirnya,membentuk persepsi dan mengundang pragmatis komunikasi untuk mendidik dan menggalang masyarakat untuk bertindak atas masalah dan nilai-nilai komunikasi lingkungan. Selain itu komunikasi lingkungan ternyata juga lahir dari komunikasi pembangunan, dimana komunikasi pembangunan dan pendidikan sebagai pendorong dari proses pembelajaran lingkungan yang memiliki dampak yang terdiri dalam dua tingkat, yaitu :
    (1)     Pandangan mengenai lingkungan dipengaruhi oleh konteks budaya, gaya hidup, yang diperoleh melalui komunikasi.
    (2)     Kriteria dan pilihan untuk keputusan tentang praktek-prektek yang berkelanjutan merupakan hasil dari wacana publik altenatif transparan yang dikomunikasikan.
    Komunikasi lingkungan dapat diibaratkan sebagai rantai pada sepeda dimana sepeda tidak akan bisa berjalan tanpa rantai tetapi rantai itu juga tidak dapat berdiri sendiri. Sama dengan komunikasi lingkungan yang mengubah sebuah action plan menjadi sebuah action. Dalam hal ini ada, komunikasi lingkungan menyambungkan pihak pembuat kebijakan terkait bidang sosial politik dengan masyarakat luas. Komunikasi lingkungan sendiri adalah need-oriented dan membutuhkan partisipasi dari banyak pihak dan lebih berorientasi pada proses, bukan pada tujuan. Komunikasi lingkungan memiliki kedekatan hubungan dengan pendidikan non formal mengenai lingkungan (NFEE), yakni proses pembelajaran meliputi pengetahuan, nilai, sosial ekonomi, dan teknik keterampilan yang memiliki proses yang akan terjadi perubahan norma-norma dan praktek menuju pembangunan berkelanjutan melalui pemecahan masalah.
    Komunikasi membantu isu-isu lingkungan muncul dipermukaan. Liputan media terkait lingkungan yang terus menerus disajikan pada pembaca dan masyarakat, mendorong masyarakat untuk memberikan perhatian lebih terhadap lingkungan. Kekerapan Liputan media dalam berbagai bentuk -teks, foto, audiovisual- mengangkat isu lingkungan hingga menjadi topik diskusi dalam masyarakat, industri, kelompok, dan akademisi, bahkan mempengaruhi pembuatan kebijakan terkait lingkungan. Komunikasi lingkungan mulai merambah dalam berbagai media, kabel TV, mediaonline, film, You Tube, koran, dan dalam dunia pendidikan. Misalnya, munculnya film dokumenter (BBC’s Planet Earth), situs online (350.org), jejaring sosial (climatecrossroads.org) yang memberitakan mengenai isu lingkungan .
    Komunikasi dengan berbagai media penyampai pesan membantu mengemas berbagai pesan terkait isu-isu lingkungan ke dalam masyarakat.  Berbagai pesan lingkungan yang disampaikan mulai dari fakta yang ada di lingkungan terkait daya tampung dan daya dukung yang dimiliki sumber daya alam, dampak pengrusakan lingkungan seperti penyakit hingga bencana alam, hingga rencana-rencana mitigasi dari kerusakan lingkungan seperti isi dalam perjanjian-perjanjian internasional terkait lingkungan, antara lain kesepakatan adanya kesepakatan Rio, Kyoto Protocol, dan  MDG No. 7 Ensure Environmental Sustainability. Dalam lingkup praktis, komunikasi lingkungan ini menyangkut strategi pengemasan pesan dan media untuk mendorong pengetahuan, kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk menjaga lingkungan. Di sini, pemerintah maupun organisasi non pemerintah yang concern terhadap masalah lingkungan merupakan komunikator kunci dalam pembuatan kebijakan/ program yang efektif untuk membangun partisipasi publik dalam implementasinya.
    Sebagai civil society media massa berperan penting dalam pengelolaan lingkungan diatur dalam UU No 40 tahun 1999 tentang Pers dan UndangUndang No 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan, yaitu hak masyarakat akan informasi lingkungan diatur dalam pasal 5 ayat 2 yang berbunyi “ setiap orang punya hak atas informasi lingkungan yang berkaitan dengan peran dalam pengelolaan lingkungan. Dari beberapa peraturan tersebut komunikasi lingkungan dapat dipahami sebagai suatu proses komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat atau antara perusahaan dengan stakeholder dalam mengembangkan mutualisme yang berkesinambungan untuk mengembangkan hutan berkelanjutan
    Definisi Komunikasi Lingkungan Robert Cox
    Robert Cox dalam buku Environmental Communication and the Public Sphere (2010) merumuskan komunikasi lingkungan sebagai media pragmatis dan konstitutif untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai lingkungan, seperti halnya hubungan antarmanusia pada hubungan manusia dengan alam. Hal itu merupakan medium simbolis untuk membangun kesepahaman masyarakat terhadap permasalahan lingkungan. Definisi komunikasi lingkungan yang lain datang dari Robert Cox dalam bukunya Environmental Communication and the Public Sphere, mengemukakan bahwa komunikasi lingkungan adalah alat atau media dan sarana pragmatis dan konstitutif untuk memberikan pemahaman mengenai lingkungan kepada masyarakat mengenai lingkungan serta hubungan kita dengan alam semesta. Ini merupakan sebuah media simbolik yang digunakan untuk menciptakan masalah lingkungan dan negosiasi perbedaan respon dan perbedaan tanggapan terhadap permasalah lingkungan yang terjadi. Dengan kata lain komunikasi lingkungan digunakan untuk menciptakan kesepahaman mengenai permasalahan lingkungan (Cox, 2010:20). Sarana pragmatis dan konstitutif untuk memberikan pemhaman mengenai lingkungan dan alam seperti halnya hubungan anatara manusia dan alam, (Robert Cox 2010, Enviromental Communication  And  The Public Sphere)
    ·         Dalam definisi tersebut, komunikasi lingkungan memberi dua fungsi yang berbeda, yaitu :
    1.      Yang pertama, komunikasi lingkungan adalah pragmatis, yakni mendidik, membujuk, memobilisasi dan membantu kita dalam memecahkan masalah lingkungan. Hal ini merupakan pandangan instrumental komunikasi yang mungkin terjadi terhadap kita pada awalnya, seperti kinerja dalam communication in action, yakni sebuah langkah atau cara dalam memecahkan masalah dan perdebatan yang sering menjadi sebuah bagian dari kampanye pendidikan publik. Misalnya, fungsi pragmatis dari komunikasi lingkungan terjadi ketika produsen mobil memasang iklan online yang menentang tinggi standar penggunaan bahan bakar, atau ketika sebuah kelompok lingkungan berunjuk rasa memberi dukungan untuk melindungi daerah padang gurun.
    Fungsi Pragmatis Komunikasi Lingkungan
    Komunikasi lingkungan dapat dimulai dengan memaparkan betapa mengerikannya fakta-fakta di dunia dimana lingkungan kita semakin rusak. Ketertarikan manusia terhadap fakta-fakta inilah yang nantinya akan membuat seseorang merasa perlu melakukan sesuatu, tentu saja dengan catatan pesan yang kita sampaikan harus mengena kedalam hati dan pikiran orang tersebut.
    2.      Yang kedua, komunikasi lingkungan adalah konstitutif. Pada level dasar, komunikasi lingkungan juga membantu dalam membentuk, menulis atau merepresentasi alam. Permasalahan lingkungan itu sendiri merupakan subjek sebagai pengetahuan kita melalui persepsi kita tentang alam. Komunikasi lingkungan mungkin bisa kita jumpai ketika kita melihat hutan atau sungai, kita bisa menilai bahwa hal tersebut apakah suatu ancaman , suatu yang melimpah atau alami, apakah sekarang dieksploitasi atau sebagai penyokong kehidupan yang vital, apakah sesutau yang harus kita manfaatkan atau kita hargai. Misalnya untuk merepresentasikan hal tersebut dapat diadakan sebuah kampanye yang menggunakan sarana instrumental untuk merencanakan sebuah konferensi pers, namun pada saat yang sama, kalimat atau kata-kata yang digunakan dalam pers dapat memanfaatkan kontruksi budaya dari alam atau yang belum terjamah.
    Fungsi Konstitutif Komunikasi Lingkungan
    Fungsi konstitutif adalah fungsi komunikasi lingkungan yang membentuk persepsi di dalam pemikiran seseorang. Sebagai contoh kita dapat mempersepsikan lahar gunung berapi menjadi negatif atau positif. Apabila kita mempersepsikan lahar gunung berapi secera negatif, maka pikiran kita akan menangkap bahwa lahar gunung berapi merupakan bencana yang mengerikan dan dapat memusnakan apa saja yang dilaluinya. Sebaliknya, apabila kita mempersepsikan lahar gunung berapi secara positif, maka kita akan memandang positif dan mampu melihat manfaat-manfaat yang didapat melalui lahar gunung berapi. Kita akan melihat bahwa lahar gunung berapi bermanfaat untuk menyuburkan tanah dan dapat digunakan untuk bahan material bangunan ataupun hal lainnya.

    ·         “Robert Cox” adalah tokoh pemikir kritis yang paling terkenal, (AS. 1992) Pemikiran-pemikirannya, antara lain:

    1.      Kemajuan dalam komunikasi dan globalisasi keuangan telah melahirkan suatu perubahan radikal dalam pengorganisasian produksi di seluruh dunia.
    2.      Dahulu produksi dilakukan didalam negara, sekarang produksi dilakukan tersebar diberbagai negara (outsourcing).
    3.      Model hubungan baru antara struktur produksi pusat-pinggiran.
    4.      Kesempatan untuk kapitalis (pusat) mengambil keuntungan dari pekerja (pinggiran).

    ·         Berdasarkan Robert Cox, dari hasil pengalamannya mengenai komunikasi lingkungan, ia mengaskan kembali ada beberapa hal :

    1.      Individu maupun komunitas memiliki kesempatan yang besar dalam melindungi kondisi lingkungan dan kualitas lingkungannya jika dia memahami sebuah pergerjaan dan berkesempatan untuk mengkomunikasikannya tentang yang ia tekuni.
    2.      Isu lingkungan dan lembaga- lembaga publik tidak perlu tetap terpencil, kompleks atau tek dapat diduga.
    3.      Sebagai konsekuensi, individu memiliki kesempatan untuk berartisipasi dengan cara yang bermakna dalam diskusi publik tentang lingkungan dan memang ada sebuah keharusan lebih sebelum kita melakukannya.

    ·         Pikiran utama yang ada dalam buku Enviromental Communication and The Public Sphere (2010) adalah

    1.      Untuk memperluas pandangan kita bagaimana kita bentuk komunikasi kita dalam menanggapi isu lingkungan
    2.      Untuk memperkenalkan beberapamedia dan forum masyarakat berkenaan komunikasi lingkungan
    3.      Untuk mampu pembaca untuk dapat bergabung dalam berdiskusi baik di dalam negeri maupun luar negeri yang memberikan efek terhadap lingkungan dima kamu tinggal, belajar, bekerja dan bermain.
    ·         Ada 4 langkah dalam melakukan strategi komunikasi lingkungan yang baik,
    (1) memiliki dasar pemikiran yang matang
    (2) membuat perencanaan
    (3) pengerjaan
    (4) pelaksanaan dan refleksi
    KOMUNIKASI DAN ENERGI
    ( Resume dari 14 Jurnal Tentang Energi )
    1.      ENERGI
    Energi merupakan kebutuhan tak terelakkan di saat perkembangan yang begitu pesat.sumber energy dibedakan menjadi dua jenis yaitu Sumber energi yang tidak dapat diperbaharui , yaitu sumber energi yang berasal dari dalam bumi seperti : minyak bumi , batu bara, tembaga , emas , matahari. jika sumber energi yang tidak dapat diperbaharui itu habis maka tidak akan ada lagi (punah). sumber energi yang dapat diperbaharui adalah sumber energi yang walaupun sudah habis tapi masih bisa menggunakan sumber energi yang lain. Kebutuhan dan Penggunaan energi telah berkembang dalam 30 tahun terakhir di dunia yang saat ini semakin meningkat seiring dengan pertambahan penduduk, pertumbuhan ekonomi dan pola konsumsi energi itu sendiri yang senantiasa meningkat.
    Bila ditinjau dari sumber pengadaan energi saat ini. Sumber energi dunia masih sangat bergantung pada energi fosil, yang tidak dapat diperbarui lagi dengan jumlah sangat terbatas dan semakin lama semakin menipis serta pada suatu saat akan habis. Bila ditinjau dari sumber pengadaan energi saat ini. Sumber energi dunia masih sangat bergantung pada energi fosil, yang tidak dapat diperbarui lagi dengan jumlah sangat terbatas dan semakin lama semakin menipis serta pada suatu saat akan habis. Menurut Christ Lewis dalam bukunya yang berjudul Biological Fuels memperkirakan bahwa gas alam akan habis pada tahun 2047, minyak bumi pada tahun 2080, dan batu bara pada tahun 2180. Hal ini disebabkan karena energi fosil dieksplorasi secara besar-besaran dan tidak sebanding dengan waktu pembentukan energi fosil tersebut.



    1.         PERMASALAHAN ENERGI TERUTAMA DI INDONESIA


    Permasalahan energy yang utama adalah permasalahan tentang kelangkaan dengan kelangkaan ini maka tidak mustahil pada suatu ketika akan mengalami krisis dalam penyediaan energy seperti yang telah terjadi dewasa ini yaitu munculnya krisis energy kronis. Krisis ini energy dikhawatirkan akan menimbulkan dampak berkepanjangan. Kelangkaan sumber energi dengan tetap seiring dengan bertambahnya kebutuhan energy oleh masyarakat menjadi ancaman krisis energy yang cukup serius. Permasalahan krisis energi ini tidak hanya Indonesia, atau masalah berskala nasional, permasalahan ini bahkan sudah menjadi sumber permasalahan dunia.

    Krisis energi yang melanda masyarakat dunia menuntut semua bangsa untuk bersiap dengan energi alternatif yang cepat saji dan ramah lingkungan. Krisis energi yang melanda dunia juga telah mendorong peningkatan upaya untuk memanfaatkan energi yang bukan berasal dari energi fosil. Apalagi Kebutuhan akan energi baik  dalam bentuk fossil energy (non renewable energy/energi yang tidak terbarukan) maupun non-fossil energy (renewable energy/energi terbarukan) di tingkat dunia meningkat dengan pesatnya. Untuk melakukan upaya-upaya penanganan krisis tersebut maka pertama-tama kita harus mengenali dalam bentuk energy apa saja kita mengalami krisis energy baik yang tidak dapat diperbahrui dan bisa diperbaharui namun belum ada langkah nyata guna menyelamatkan energy ini, yaitu :
    ·         Krisis Minyak
    Krisis energy pertama yang sangat riskan dan krusial yang tidak bisa diperbaharui seperti timbulnya krisis minyak mentah dunia oleh karena itu harus ada pengembangan enarrgi yang terbarukan demi kebaikan masyarakat. Krisis minyak dunia ini tentunya akan berdampak pada indonesia yang memang masih sangat bergantung pada minyak yaitu berupa BBM dan sebagainya. Bahan bakar minyak memegang posisi yang sangat dominan dalam pemenuhan kebutuhan energi di dalam negeri. Harus disadari saat ini Indonesia telah mengimpor minyak mentah maupun bahan bakar minyak untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Krisis energi yang melanda dunia berdampak, tingginya harga minyak mentah dunia, berpengaruh langsung terhadap kegiatan perekonomian.
    Ada beberapa faktor kritis yang terjadi dengan kondisi energi Indonesia atau krisis yang terjadi yaitu produksi minyak yang menurun, namun di sisi lain konsumsi minyak yang terus naik dan ketergantungan yang tinggi atas minyak. Di sisi lain harga minyak mentah dunia yang terus naik menyebabkan Indonesia akan terus menerus berkutat dengan krisis minyak. Krisis minyak mentah dunia untuk pertama kali terjadi pada tanggal 16 Oktober 1973 harga Arab Light (minyak mentah) naik dari US$ 2,99 menjadi US$ 5,12, pada bulan Desember 1973 menjadi US$ 12,70 per barel. Krisis ini dimulai pada tanggal 15 Oktober 1973 hingga 1975 dengan naiknya harga minyak mentah yang ditetapkan oleh OPEC (Organisation of Petroleum Exporting Countries/Organisasi Negera-negara Pengekspor Minyak).
    Krisis minyak dunia untuk kedua kali terjadi pada bulan September 1980 dan berakhir pada bulan Agustus 1988 pada saat perang antara Irak dan Iran. Pada tahun 1983 harga minyak mentah naik menjadi US$ 29 (Partowidagdo, 2009: 46-47) dan di akhir tahun 2008 melonjak naik hampir menyentuh US$ 100, bahkan harga minyak mentah pernah mencapai sebesar US$ 142 per barel. Pada awal tahun 2009 turun menjadi sekitar US$ 39 per barel dan pada awal tahun 2010 harga minyak mentah naik lagi menjadi sekitar US$ 83 per barel. Krisis minyak dunia untuk ketiga kali terjadi Perang Teluk Persia I atau Gulf War I disebabkan atas invasi Irak atas Kuwait pada tanggal 2 Agustus 1990.
    Ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar minyak (BBM), atau energi fosil umumnya, telah menghadapi tantangan paling berat saat ini. Sekitar 65 persen kebutuhan energi fial Indonesia masih tergantung pada BBM, yang sebagian besar digunakan di sector transportasi. Di lain pihak, cadangan minyak bumi Indonesia hanya sembilan miliar barel (DESDM, 2013) yang diperkirakan habis selama 18 tahun dengan laju produksi rata-rata 500 juta barel per tahun. Hal ini menyebabkan Indonesia harus beralih dari negara pengekspor minyak menjadi pengimpor netto (net importer) sejak beberapa tahun terakhir. Sesungguhnya tidak bijaksana kalau Indonesia hanya menggantungkan diri pada satu jenis energy saja, yaitu yang berbasis fosil seperti BBM, karena cadangan energy fosil nasional bahkan dunia pun sangat terbatas dan lambat-laun akan habis. Krisis minyak yang dialami indonesia bukan hanya dipengaruhi oleh kelanggkaan dan kenaikan harga minyak mentah dunia tetapi juga dipengaruhi oleh hal-hal yang lain.
    Kondisi Indonesia yang merupakan  salah satu Negara anggota OPEC, organisasi minyak dunia yang bertugas menjaga ketersediaan dan harga minyak dunia. Namun, sungguh ironis justru disaat harga minyak dunia naik, Indonesia menjadi salah satu negara yang kalang kabut atau panik. Selain karena besarnya populasi penduduk dan infrasruktur yang bergantung pada BBM dan listrik, pemerintah juga mengalami salah perhitungan APBN sehingga keadaan ini memaksa pemangku kebijakan memutar otak keluar dari masalah ini. Adanya kebijakan kenaikan harga BBM pun tak dapat menanggulangi masalah justru semakin menjadi beban masyarakat. Hal- hal inilah yang melatarbelakangi adanya permasalahan energy terutama energy yang tidak bisa diperbahrui yaitu minyak dan menghasilkan krisis dan masalah krusial di Indonesia.
    Pada era ini energi merupakan kebutuhan primer dalam kehidupan manusia sehari- hari. Bahan bakar minyak (BBM) yang merupakan hasil proses dari minyak bumi, masih merupakan energi utama yang digunakan diseluruh kegiatan-kegiatan. Penggunaan energi dimaksud diatas meliputi penggunaan di sektor listrik, transportasi, industri, komersial (perkantoran dan hotel), rumah tangga dan lainnya. Khusus disektor transportasi, perkembangan teknologi menunjukkan, seluruh alat angkutan baik darat, laut maupun udara menggunakan bahan bakar minyak. Sebagai dampak kebijakan subsidi bahan bakar minyak masa lalu, bahan bakar minyak (BBM), memegang posisi yang sangat tinggi dibandingkan dengan sumber daya energi lainnya yaitu mencapai 52% dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional. Tingkat konsumsi BBM secara nasional pada tahun 2005 dapat dilihat pada Tabel berikut : Tabel  Konsumsi Bahan Bakar Minyak Nasional Tahun 2005

    ·         Krisis Listrik
    Krisis energy termasuk energy yang dapat di perbaharui namun di Indonesia sendiri dapat muncul krisis energy listrik sesungguhnya ini merupakan hal yang ironis namun hal itu tidak bisa di hindarkan karena salah satu sebab krisis energy listrik yaitu akibat pasokan listrik yang sudah tidak mencukupi kebutuhan masyarakat, sudah dapat dirasakan di beberapa daerah di Indonesia. Meningkatnya kebutuhan energi di dalam negeri disebabkan beberapa faktor, seperti pertumbuhan  penduduk,  industrialisasi, peningkatan transportasi dan penggunaan listrik. 
    Di indonesia Energi listrik merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat baik dalam bidang industry maupun rumah tangga. Pemakaian energy listrik di rumah tangga terutama untuk penggunaan penerangan, alat setrika, hiburan, kipas angin, lemari es dan pendingin ruangan (AC). Penggunaan alat-alat listrik memerlukan arus listrik yang dihasilkan dari sumber energi. Saat ini di Indonesia masih digunakan sumber energy fosil (minyak bumi, batubara, dan gas bumi) untuk menghasilkan arus listrik (Sukatma, 1999). Meningkatnya kebutuhan energi di dalam negeri disebabkan beberapa faktor, seperti pertumbuhan  penduduk,  industrialisasi, peningkatan transportasi dan penggunaan listrik. Sektor bangunan gedung berperan besar dalam mengkonsumsi listrik untuk keperluan penerangan, pengkondisian ruang maupun operasional peralatan dalam jumlah besar.
    Sesungguhnya konsumsi atau Penggunaan energi Indonesia masih relative sangat kecil. Konsumsi energi listrik dan energi primer Indonesia (2006) per kapita sebesar 517 kWh dan 0,57 TOE, sedangkan konsumsi listrik dan energi primer rata-rata dunia adalah 2463 kWh dan 1,63 TOE. Namun di samping kenyataan tersebut Indonesia tidak termasuk dalam kategori negara yang kaya sumber energi fosil. Cadangan per kapita minyak, gas dan batubara Indonesia berada di bawah sehingga hal ini dapat menimbulkan resiko krisis yang luas ditambah kenyataan bahwa pasokan listrik di Indonesia pasokannya belum mampu merata menjangkau seluruh wilayah oleh sebab itu diperlukan penanganan, pencegahan atau solusi untuk mencegah krisis energy listrik yang berpotensi meluas.

    1.      SOLUSI DAN ALTERNATIF
                  Dengan pemaparan-pemaparan potensi krisis energy dan permasalahn energy terutama di Indonesia maka kita mencari sumber energy alternative guna mencegah dan menangani krisis-krisis energy tersebut sebelum menjadikan rakyat sebagai pihak yang paling di rugikan, upaya-upaya tersebut bisa dilaksanakan dengan hal-hal sebagai berikut :
    ·         Solusi Krisis energy dengan menciptakan Energi Alternatif
                Penipisan potensi sumber daya minyak di satu sisi dan peningkatan kebutuhan energi di sisi lain, membawa konsekuensi bagi perlunya digalakkan upaya pengembangan pemanfaatan sumber energy terbarukan antara lain energi angin sebagai energy alternatif yang dapat dipakai untuk membangkitkan tenaga listrik dan juga kebutuhan minyak. Dengan demikian  pemanfaatan sumber energi baru dan terbarukan yang berwawasan lingkungan merupakan salah satu upaya untuk mengurangi polusi dan krisis BBM. Dengan adanya fakta resiko tersebut maka upaya-upaya nyata dalam pencarian sumber energi alternative agar semakin banyak dilakukan. Dalam upaya pencarian sumber energi alternatif baru sebaiknya memenuhi syarat yaitu menghasilkan jumlah energi yang cukup besar, biaya ekonomis dan tidak berdampak negatif terhadap lingkungan. Pencarian solusi ini dengan memanfaatkan potensi sumber daya energi sebagai energi alternatif, dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi dan karakteritik geologi/geografi di daerah dengan cara mendeliniasi daerah tersebut dan menentukan sumber daya energi yang sesuai berdasarkan kondisi geologi dan geografinya. Berikut merupakan bentuk- bentuk energy alternative yaitu :
    Melalui alam dimana Indonesia merupakan salah satu negara yang paling kaya sumber keanekaragaman hayatinya dan didukung dengan iklim yang sangat baik dengan menggunakan keaneragaman hayati dan potensi alamnya Indonesia diharapkan dapat menghasilkan inovasi berbagai energy alternative dengan jumlah yang lumayan.
    Sumber Daya Energi Air
    Energi air merupakan air terjun atau air deras merupakan salah satu sumber daya energi kekayaan alam yang mempunyai energi potensial yang dapat dimanfaatkan. Pemanfaatan potensi ini sejak dahulu telah dikenal nenek moyang kita, terutama untuk menumbuk padi dan menaikkan air kebutuhan pengairan sawah. Air juga bisa di golongkan pada sumber energy alternative yang menghasilkan listrik.
     Energy air ini dapat direalisasikan dengan kincir air dan kincir ini digunakan untuk merubah energi air yang mengalir menjadi energi kinetis dalam bentuk energi putaran, semakin besar air yang memutar kincir ini semakin besar momen energi putar yang didapat. Tentunya disamping volume air juga tekanan air yang jatuh mempercepat putaran kincir sehingga momen putaran akan makin besar, diharafkan mampu memutar puli-puli yang dihubungkan dengan tali kipas (vent belt) untuk memutar generator.
                Panas Bumi (Geothermal)
    Panas bumi merupakan salah satu jenis energi yang memanfaatkan energi panas yang terdapat didalam bumi. Dibandingkan dengan jenis energi yang lain energi ini dapat diperbaharui dan lebih ramah lingkungan. Di Indonesia cadangan panas bumi cukup banyak yang tersebar di masing-masing propinsi sesuai dengan karakteristik geologi dan tektonic setting yang bekerja pada daerah tersebut. Menurut data Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi tahun 2001, potensi energi panas bumi Indonesia mencapai 27.000 megawatt. Lokasinya membentang sepanjang jalur Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara sampai Sulawesi. Dari potensi tersebut baru dapat dimanfaatkan (kapasitas terpasang) sebesar 800 Megawatt atau 3%. Energi ini biasanya dimanfaatkan dalam dunia agroindustri seperti pengeringan, pengawetan, sterilisasi, pemanasan dan lain-lain. Melihat kondisi penyebarannya hampir merata di masing-masing Kabupaten/Kota di Propinsi Sumatera Utara. Energi panas bumi ini sangat prospek untuk menggantikan peran minyak dan gas bumi pada skala besar (sebagai energi pada pembangkitan tenaga listrik)

    Gas Bumi
    Gas bumi/gas alam penggunaannya saat ini semakin populer, namun masih dikelompokkan sebagai salah satu bentuk energi alternatif yang bisa diandalkan. Peran gas bumi untuk menggantikan bahan bakar minyak terus berkembang. Jenis energi ini lebih murah, ramah lingkungan dan tersedia dalam cadangan yang cukup besar yang mampu memenuhi kebutuhan energi domestik Indonesia hingga beberapa puluh tahun mendatang. Saat ini gas Indonesia hanya untuk ekspor, mengingat kebijakan pemerintah selama ini lebih memfokuskan pada upaya memenuhi kebutuhan pasar internasional. Indonesia merupakan negara pemasok utama gas bagi negara industri seperti Jepang, Taiwan dan Korea Selatan. Dengan adanya krisis energi ini diharapkan kebijakan pemerintah harus diubah, dengan mengutamakan kepentingan energi dan kebutuhan lainnya di dalam negeri seperti untuk bahan baku pupuk, sehingga Pupuk Iskandar Muda dan PT. Asean Fertilizer dapat terus beroperasi kembali.

                 Batubara
    Batubara merupakam endapan organik yang mutunya sangat ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain tempat terdapatnya cekungan, umur dan banyaknya kontaminasi. Didalam penggunaannya sebagai bahan bakar, kualitas batubara sangat menentukan didalam peralatan yang akan dipergunakan nantinya. Cadangan batubara Indonesia sangat melimpah dan bisa menjadi andalan utama bagi pemenuhan kebutuhan energi didalam negeri untuk jangka waktu puluhan tahun. Cadangan yang besar membuat batubara bisa menjadi salah satu subtitusi minyak bumi atau alternative pengganti BBM. Hanya saja, perlu diingatkan bahwa batubara merupakan barang tambang yang bersifat tidak bisa diperbaharui. Kemudian pemanfaatan batubara di Indonesia sangat lambat, padahal kebutuhan energi industri maupun rumah tangga dapat dipenuhi dari batubara. Berdasarkan data hasil eksplorasi selama 20 tahun terakhir sumber daya batubara Indonesia diperkirakan mencapai 36,5 miliar ton. Dengan tingkat produksi sekarang ini berarti deposit batubara yang dimiliki mampu memasok kebutuhan energi dalam jangka waktu puluhan tahun. Masalah yang utama pengadaan pengolahan menjadi briket batubara untuk siap pakai sangat minim. Disisi lain, sebagian besar produksi batubara di Indonesia diekspor. Pada tahun 1994, ekspor batubara mencapai 23,6 juta metrik ton, sedangkan pemakai domestik hanya 8,9 juta metrik ton. Berdasarkan hal tersebut batubara sebenarnya dapat diandalkan sebagai pengganti bahan bakar minyak disemua sektor kegiatan ekonomi. Tersedianya pengelolaan pengusahaan menjadi kan batubara dalam bentuk briket batubara dapat sebagai pengganti konsumsi minyak tanah disektor industri kecil dan sektor rumah tangga.
    Penggunaan Briket bukan hanya wacana dalam menyikapi energy alternatif, tetapi telah berupaya dan berperilaku untuk menggunakan energy alternatif dalam rumah tangga, pondok pesantren, sekolah, restoran, dan peternakan; Merubah batubara menjadi listrik, perlu kebijakan pemerintah untuk mendukung seperti yg diharapkan; Briket dimaksimalkan dan berjalan bersamaan elektifikasi. Merubah batubara menjadi listrik, perlu kebijakan pemerintah untuk mendukung seperti yg diharapkan. Briket dimaksimalkan dan berjalan bersamaan elektifikasi.

    Bioenergi, Biogas dan Biomassa
    Biofuel = biodiesel, straight vegetable oil (SVO), bioethanol (gasohol), biogas, bahan bakar minyak berbasis biomass kayu (bio-[crude] oil). Biodiesel = metil ester (fatty acid methyl ester, fame) hasil konversi asam-asam lemak trigliserida pada minyak nabati yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar minyak solar. SVO = bahan bakar minyak dari minyak-minyak nabati yang telah diolah melalui proses pemurnian (degumming, bleaching, deodorizing, fraksionasi) tanpa mengubah struktur kimiawi minyak nabati tersebut. Bio-[crude]oil = bahan bakar berbasis biomassa kayu atau straw melalui fast-pyrolysis or thermo chemical liquefaction. Bioethanol = etanol dari sumber daya hayati yang dapat digunakan untuk bahan bakar minyak sebagai gasohol, hydrous fuel ethanol, atau ETBE.
    Biodiesel dari minyak goreng bekas
     Biodiesel dari minyak nabati baik CPO, CPKO/CNO ataupun minyak goreng baru/ bekas dengan proses transesterifikasi, yaitu mereaksikannya dengan alkohol (methanol atau ethanol) dengan katalis basa kuat.
                Minyak Jarak Pengganti Solar
    Tanaman Jarak (Jatropha Curcas L) sangat potensial dikembangkan untuk mendapatkan biodiesel, tanaman ini merupakan tanaman semak yang tumbuh subur pada daerah beriklim panas/tropis dan curah hujan 200~1500 mm/tahun. Biji jarak mengandung sekitar 35 – 45% berbagai trigliserida yang berasal dari asam asam lemak risinoleat, palmitat, stearat, dan kurkolat. Kandungan yang terbesar adalah asam risinoleat yang dapat mencapai 90% dari bermacam-macam trigliserida tadi dan merupakan bahan dasar dari minyak jarak. Wujud minyak jarak ini seperti minyak goreng, kental, licin dan baunya tidak mencolok.
    Biogas dari Kotoran Ternak
    Biogas merupakan merupakan hasil fermentasi dari bahan organik dalam kondisi anaerob, karena diproses secara alami, gas ini merupakan campuran beberapa gas yang tergolong sebagai bahan bakar di mana gas yang dominan adalah CH4 dan yang lain yang jauh lebih kecil adalah CO2, NO2, SO2, dan lain-lain. Biogas ini memiliki nilai kalor yang cukup tinggi yaitu pada kisaran 4800~6700 kkal/m3, sedang gas methana murni nilai kalornya 8900 kkal/m3. Bahan-bahan yang dapat menghasilkan biogas diantaranya adalah: kotoran hewan, kotoran manusia, dan limbah pertanian.
      Biogas dari Sampah Kota
    Untuk menghasilkan biogas dari sampah kota pada prinsipnya sama seperti membuat biogas dari kotoran. Sampah diletakkan dalam suatu lubang raksasa yang sisi-sisinya kedap udara dan pada beberapa tempat dipasang sistem perpipaan. Pipa–pipa ini memiliki lubang-lubang sebagai jalan masuk gas yang dihasilkan bakteri kemudian ditempatkan di suatu tempat penampungan kemudian dimanfaatkan. Untuk sampah organikdalam jumlah yang sangat besar dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik.
    Fenomena memproduksi BBN (bio-etanol  dan  bio-diesel)  oleh sebagian masyarakat diharapkan mampu menjadi media alternative bahan bakar atau energy yang tidak dapat diperbahrui. BBN dari berbagai macam bahan baku cukup lumayan tetapi beberapa tahun terakhir tampak hilang. 
                Energi Surya
    Tenaga surya telah lama dikenal sejak zaman dahulu bahkan lebih tua dari pemanfaatan tenaga angin. Pada abad 3 SM eksentrik zaman Yunani kuno Archimedes sudah menggunakan cermin parabola untuk memantulkan sinar matahari. Kemudian Antoine Bacqurk menemukan efek fotoelektrik yang menunjukkan bahwa sinar matahari dapat menunjukkan, bahwa sinar matahari dapat menghasilkan arus listrik melalui partikel-partikel. Selanjutnya pada tahun 1954 para ilmuwan mengembangkan pembangkit energy menjadi sel-sel fotovoltaik yang berperan sebagai penghantar energi dari panas sinar matahari. Sel-sel fotovoltaik dalam bentuk panel silikon hablur tersebut yang dikembangkan NASA semenjak tahun 1960 sebagai sumber energi matahari bagi pesawat pengorbit bumi dan satelit ruang angkasa. Semenjak saat itu berbagai pihak turut mengembangkan menjadi sumber energi untuk menggerakkan system komonikasi jarak jauh, marka marka lalu lintas, hingga barang elektronik ringan untuk keperluan sehari- hari. Negara Jepang terus mengembangkan pemanfaatannya untuk menggerakkan kenderaan bermotor. Panel raksasa yang terkenal sebagai penangkap sinar matahari adalah dikota Leipziq Jerman dimana mampu menghasilkan tenaga listrik 5 MW dengan jumlah panel 33.500 panel fotovoltaik. Pada tahun 1997, pemerintah Amerika Serikat dan Negara Uni Eropa meluncurkan satu program Atap Bangunan Bertenaga Matahari (solar roof program), dengan kompensasi keringanan pajak serta subsidi kepada warganya yang membangun rumah dengan atap tenaga matahari. Indonesia sebagai negara tropis, memiliki potensi energi surya dengan radiasi harian matahari rata-rata 4,8 kwh per meter persegi. Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian lembaga Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), yang dihimpun 18 lokasi radiasi sinar surya dibedakan menjadi dua kawasan yaitu kawasan barat dan timur. Pada kawasan barat sekitar 4,5 kwh per meter persegi per hari dengan variasi bulanan sekitar 10%. Sedangkan pada kawasan timur 5,1 kwh per meter persegi dengan variasi bulanan sekitar 9%. Kendala yang dihadapi untuk saat ini harga sel-sel surya (solar cell) penangkap sinar matahari sangat mahal. Sebagai contoh sebuah panel surya berdaya 1.285 watt, berharga $15.000, sudah termasuk baterai untuk menyimpan energi ketika matahari tidak bersinar. Radiasi sinar matahari merupakan sumber energi yang tersedia dan melimpah di bumi kita ini. Energi surya yang diterima dipermukaan bumi dalam satu jam hampir sama dengan dua kali total konsumsi energi tahunan dunia saat ini. Intensitas matahari di wilayah Sumatera Utara mempunyai potensi untuk dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik dan pemanas air.
                Yang tidak kalah penting dari energy surya yaitu di berlakukannya Konversi energi yang artinya adalah proses perubahan energi. Alat konversi energi pada penelitian ini memanfaatkan energi matahari untuk diubah menjadi energi kinetik melalui media kolektor. Untuk dapat memanfaatkan energi radiasi matahari dalam menghasilkan energi listrik, digunakan suatu perangkat yang dapat mengumpulkan energi radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi dan mengubahnya menjadi energi kalor yang berguna. Perangkat ini disebut dengan kolektor surya.
    Pemanfaatan energi matahari yaitu untuk dapat memanfaatkan energi radiasi matahari dalam menghasilkan energi listrik, digunakan suatu perangkat yang dapat mengumpulkan energi radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi dan mengubahnya menjadi energi kalor yang berguna. Perangkat ini disebut dengan kolektor surya.
    Angin adalah massa udara yang bergerak yang pada dasarnya timbul akibat penghangatan udara oleh matahari, sebenarnya merupakan cara lain untuk mengumpulkan tenaga surya. Bedanya energi ini bisa tetap tersedia dalam cuaca berawan sementara tenaga surya tidak. Kincir angin telah banyak dikenal, baik sebagai energi untuk menaikkan air, penggilingan pada industri. Juga nenek moyang kita telah memanfaatkannya pada kapal layar. Untuk membangun pemanfaatannya dibutuhkan kompleks prasarana produksi yang cukup luas terutama untuk produksi masal. Namun karena angin yang tersedia di mana-mana, maka tenaga ini sangat mungkin didesentralisasikan pada skala menengah dan kecil. Kecepatan angin umumnya relatif rendah dengan kontiunitas tidak tetap. Pada daerah pantai dan perbukitan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai tenaga mekanis (untuk memutar pompa).
    Energi angin merupakan sumber energy penting sejak waktu lama di beberapa negara.  Fluktuasi harga bahan bakar minyak dan merebaknya isu lingkungan terus mendorong perkembangan teknologi energi angin. Aplikasi turbin angin kecil dan turbin angin besar berkembang di beberapa negara sebagai alternatif penyediaan kebutuhan listrik yang terus meningkat tidak saja di perkotaan. Berbagai upaya telah dan terus dilakukan dalam mengembangkan teknologi energi angin yang berwawasan lingkungan tersebut guna mendapatkan hasil yang semakin efisien dan berdaya saing.  Sejalan dengan upaya pengembangan sumber energy terbarukan seperti mikrohidro, energi surya, dan biomas sebagai energi alternatif di Indonesia, Aplikasi turbin angin di Indonesia  yaitu diwujudkan dengan Pengembangan listrik pedesaan sangat berperan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan dapat didukung dengan aplikasi energi alternatif.
    Sumber daya angin yang tersebar dan bersih adalah sifat yang positif, tetapi sifat angin yang tidak menentu merupakan masalah. Topografi atau ketinggian berbeda menyebabkan potensi angina berbeda, dan karena daya angin sebanding dengan kecepatan angin pangkat tiga, perbedaan kecepatan angin yang kecil pun akan menghasilkan perbedaan daya yang besar. Kondisi dan kecepatan angina menentukan tipe dan ukuran rotor. Kecepatan angina rata-rata mulai dari 3 m/s memadai untuk turbin angina propeler ukuran kecil, di atas 5 m/s untuk turbin angina menengah dan di atas 6 m/s untuk turbin angin besar.
    Turbin angin kecil (0,1-20 kW) dapat diaplikasikan secara mandiri atau dengan pendukung dan turbin angin menengah (20-100 kW) sebagai jaringan mini. Sementara itu, turbin angin besar (100-500 kW) dapat diaplikasikan terhubung dengan jaringan utilitas skala besar (1 -100 MW). Tingkat prestasi dan biaya energi turbin angin sangat tergantung pada kondisi lokasi, kecepatan angin, aplikasi dan efisiensi sistem. Teknologi energi angina terus mengalami kemajuan pesat, namun penurunan biaya pada aplikasi terhubung jaringan lebih signifikan daripada di luar jaringan. Biaya produksi energi dengan turbin angina kecil dewasa ini (sekitar 1.200 Rp/kWh), meskipun kompetitif dengan disel, perluasan jaringan atau fotovoltaik, dirasakan mahal oleh masyarakat pedesaan dan masih perlu disubsidi. Informasi potensi angin yang sudah diperoleh tidak saja potensial untuk aplikasi turbin angin kecil tapi juga memungkinkan untuk aplikasi turbin angin menengah dan juga besar.
                Gambut
             Gambut adalah sisa timbunan tumbuhan yang telah mati dan kemudian diuraikan oleh bakteri anaerobik dan aerobik menjadi komponen yang lebih stabil. Selain zat organik yang membentuk gambut terdapat juga zat anorganik dalam jumlah yang kecil. Di lingkungan pengendapannya gambut selalu dalam keadaan jenuh air. Zat organik pembentuk gambut sama dengan tumbuhan dalam perbandingan yang berlainan sesuai dengan tingkat pembusukannya. Zat organik tersebut terdiri dari cellulosa, lignin, humus, bitumin dan lain lain. Unsur-unsur pembentuk gambut sebagian besar terdiri dari karbon (C), hidrogen (H), nitrogen (N) dan oksigen (O), selain unsur utama tersebut terdapat unsur lain Al, Si, S, P, Ca dan lain-lain, dalam bentuk terikat. Tingkat pembusukan gambut akan menaikkan kadar karbon (C) dan menurunkan oksigen (O).

                Energi Laut
    Energi laut di Indonesia memiliki prospek baik, hal ini karena negara kita mempunyai pantai yang panjang, banyak pulau dan selat, sehingga arus alut akibat interaksi bumibulan-matahari mengalami percepatan saat melewati selat-selat tersebut. Disamping itu, Indonesia juga tempat pertemuan arus laut yang diakibatkan oleh konstanta pasang surut M2 yang dominan di Samudra Hindia dengan periode sekitar 12 jam dan konstanta pasang surut K1, yang dominan di Samudra Pasifik dengan periode lebih kurang 24 jam. M2 adalah konstanta pasang surut akibat gerak bulan mengelilingi bumi, sedangkan K1 adalah konstanta pasang surut yang diakibatkan oleh kecondongan orbit bulan saat mengelilingi bumi. Interaksi bumi-bulan diperkirakan menghasilkan daya energi arus pasang surut setiap harinya 3,17 TW. Ada tiga macam energi yang bisa dihasilkan Samudra, yaitu : Pertama adalah energy panas laut yang dihasilkan dengan memanfaatkan perbedaan temperatur dipermukaan dan dasar laut. Kedua energi pasang surut yang menggunakan prinsip beda ketinggian antara laut pasang terbesar dan laut pasang surut terkecil. Sedangkan yang ketiga energi gelombang (wave energy). Inilah pembangkit energi yang memanfaatkan ketinggian dan panjang gelombang. Potensi inilah yang kemudian dimanfaatkan dan diolah menjadi tenaga listrik melalui turbin.

                Teknologi Nano
    Salah satu sumber energi alternatif yang saat ini banyak menjadi perhatian dan menarik bagi para peneliti adalah penggunaan teknologi nano. Teknologi nano bukanlah sebagai sumber energi langsung melainkan membantu mengefisiensikan penggunaan energi. Kemampuan teknologi nano dalam memanipulasi lapisan elektronik baik pada sel surya dan fuel cell maupun lapisan penyimpan energi seperti baterai membuat banyak ilmuan/peneliti percaya teknologi nano akan menjadi energy alternatif. Disamping itu kemampuan teknologi nano khususnya dalam nano material untuk menghasilkan lapisan yang sangat efesien dalam mengkonversikan energy diharapkan dapat menjadi sumber energi alternatif masa depan.

                Fusi
    Fusi merupakan reaksi penggabungan inti atom sehingga diharapkan menjadi revolusi sumber energi potensial dimasa yang akan datang. Prinsipnya memanfaatkan bintang-bintang yang terbakar. Diproduksi ketika dua atom digabungkan menjadi satu, diperkirakan bahan bakar yang tersedia dari cara ini cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dunia.

                Nuklir
    Di seluruh dunia terdapat 440 pembangkit listrik tenaga nuklir yang menghasilkan 16% energi listrik dibumi. Manfaat dari pembelahan inti atom memang banyak seperti energi melimpah dan tak ada emisi karbondioksida. Tetapi seiring dengan masalah utama yang berkaitan dengan energi nuklir seperti “kasus chernobil” menyebabkan energi ini lebih mahal ketimbang energi fosil. Hal tersebut belum lagi tantangan limbah radioaktif .
    Sampai saat ini Indonesia belum berhasil membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), sehingga belum ada satupun PLTN yang dapat dioperasikan untuk mengurangi beban kebutuhan energi listrik yang saat ini semakin meningkat di Indonesia. Padahal energi nuklir saat ini di dunia sudah cukup berkembang dengan menguasai pangsa sekitar 16% listrik dunia. Hal ini menunjukkan, bahwa energi nuklir adalah sumber energi potensial, berteknologi tinggi, berkeselamatan handal, ekonomis dan berwawasan lingkungan serta merupakan sumber energi alternatif yang layak untuk dipertimbangkan dalam Perencanaan Energi Jangka Panjang bagi Indonesia guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
    Potensi energi nasional yang melimpah ruah memang tidak diragukan, terutama energi terbarukan yang sangat bervariatif. Indonesia telah memiliki Pusat Reaktor Atom pertama di Bandung, yang diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 1965. Dengan fasilitas Reaktor Penelitian tersebut, maka berdasarkan UU No. 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dapat menyelenggarakan penelitian dan pengembangan produksi bahan baku untuk pembuatan dan produksi bahan bakar nuklir.
    Tenaga Baterai
    Yang dimaksud dengan tenaga baterai adalah sel-sel elektrokimia yang mengkombinasikan bahan bakar dan oksidanya ke dalam cairan elektrolit. Inilah yang kemudian menghasilkan ion penghantar arus dan pada saat bersamaan langsung mengubah menjadi tenaga listrik, sehingga tidak diperlukan pengisian ulang sepanjang suapan bahan bakarnya (biasanya hidrogen, amonia) beserta oksidannya (umumnya udara atau oksigen) terus tersedia dari luar. Namun alternatif ini masih memerlukan penelitian yang panjang mengingat cara penggunaan langsung hydrogen murni sebagai bahan bakar utama lewat proses elektrolisis belum efesien.
    Dengan beragamnya penelitian tentang energy alternatif ini, diharapkan akan muncul banyak pilihan energi yang bisa dipakai jangka panjang. Seperti yang sudah dilakukan mahasiswa IPB pada tahun 2008 yang memberikan training pengolahan briket biomassa dari bahan-bahan alami yang ada disekitar desa Babakan, Tenjo, Bogor untuk kemudian dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif pengganti energi tambang. Berikut table energy terbarukan :
    ·         Solusi Krisis energy dengan melakukan Penghematan baik Minyak ataupun Listrik
    Adapun upaya menghemat pemakaian energi listrik di rumah tangga adalah (Anonimous, 2003):
    1)      Menggunakan jenis lampu neon yang lebih efisien karena jumlah cahaya yang dipancarkan lampu neon lebih besar dari lampu pijar dengan pemakaian daya listrik yang sama. Warna dinding, lantai dan langit-langit yang terang. Mengatur perabotan rumah agar tidak menghalangi     cahaya     lampu penerangan.   Membersihkan   gelas lampu apabila kotor/berdebu agar tidak menghalangi     cahaya     lampu. Memanfaatkan   cahaya   matahari langsung untuk penerangan di siang hari.
    2)       Memilih lemari es dengan ukuran yang sesuai. Membuka pintu lemari es seperlunya dan selalu tertutup rapat. Mengisi lemari es tidak melebihi kapasitas. Menempatkan lemari es jauh dari sumber panas, sinar matahari, kompor. Meletakkan lemari es minimal 15 cm dari dinding/tembok rumah. Tidak memasukkan makanan/minuman yang masih panas ke dalam lemari es. Membersihkan kondensor (terletak di belakang lemari es) secara teratur  debu dan kotoran, agar proses pelepasan panas baik. Mengatur suhu lemari es sesuai kebutuhan karena semakin rendah temperatur, semakin banyak energi listrik. Mematikan lemari es bila tidak digunakan dalam waktu lama.
    3)      Mengatur tingkat panas setrika yang diperlukan  sesuai  dengan  bahan pakaian   yang   akan   disetrika. Membersihkan bagian bawah setrika dari kerak yang dapat menghambat panas.
    4)      Mematikan televisi/radio/tape recorder, serta peralatan audio visual lainnya bila tidak digunakan. Jika menggunakan remote, matikan tombol utama dari televisi, radio dan tape recorder.
    5)      Membuka ventilasi/jendela rumah untuk memperlancar udara ke dalam rumah. Mematikan kipas angin bila ruangan tidak digunakan, atau menggunakan kipas angin yang dilengkapi alat pengatur waktu dan atur timer sesuai kebutuhan. Mengatur kecepatan kipas sesuai kebutuhan.
    6)      Memilih rice cooker dengan kapasitas yang  sesuai  dengan  kebutuhan. Meletakkan rice cooker dalam posisi tegak sehingga alat pemutus listrik akan bekerja baik. Memasak nasi sesuai dengan   kapasitas   rice   cooker. Mengusahakan untuk menanak nasi mendekati waktu makan. Memeriksa selalu alat pemutus aliran listrik otomatis. Bila alat ini rusak maka listrik akan terus mengalir ke elemen pemanas meskipun nasi telah matang.
    7)      Memilih AC hemat energi dan daya yang sesuai dengan besarnya ruangan. Mematikan AC bila ruangan tidak digunakan. Mengatur suhu ruangan secukupnya, tidak menyetel AC terlalu dingin. Menutup pintu, jendela dan ventilasi ruangan agar udara panas dari luar tidak masuk. Memanfaatkan AC sejauh mungkin dari sinar matahari langsung agar efek pendingin tidak berkurang. Membersihkan saringan (filter) udara dengan teratur.
    Upaya menghemat pemakaian Bahan Bakar Minyak yaitu :
    1)      Bepergian bersama dalam satu kendaraan, dengan sistem antar jemput dan pastikan tidak hanya anda sendiri yang ada di dalam kendaraan, atau menggunakan kendaraan umum untuk pergi bekerja. Dan jika saat ini anda telah menggunakan sepeda untuk bepergian, anda telah menjadi contoh yang terbaik.
    2)      Bila memungkinkan, pilih produk yang dikemas tanpa plastik dan apabila terpaksa menggunakan plastik, daur ulanglah atau gunakan kembali kemasan tersebut, jangan langsung dibuang.
    3)      Beli buah-buahan dan sayuran organik (pupuk dan pestisida yang beredar saat ini banyak mengandung minyak bumi).
    4)       Belilah produk kecantikan (sampo, sabun, peralatan kecantikan) berdasarkan bahan-bahan alami, bukan yang mengandung minyak.
    5)      Jika memungkinkan pilih produk yang diproduksi di dalam negeri karena akan mengurangi minyak bumi yang digunakan untuk transportasi barang dan selain itu dapat meningkatkan ekonomi dalam negeri Indonesia
    6)      Beli pakaian yang terbuat dari kapas organik atau rami - bukan dari produk turunan minyak.
    7)       Gunakan barang barang yang tidak hanya untuk sekali pakai ketika akan piknik, jalan jalan,ataupun berkegiatan sehari hari
    8)      Stop membeli air mineral dalam botol. Lebih baik selalu membawa tempat minum sendiri dan isi ulang.
    9)       Kurangi bepergian dengan pesawat terbang, untuk jarak yang tidak terlalu jauh, lebih baik gunakan kereta api.
    10)  Menuntut Pemerintah Indonesia untuk mendorong pengembangan energi terbarukan yang potensinya sangat besar di Indonesia, dan bukan menghabiskan uang pada subsidi minyak.

    ·         Solusi Krisis energy dengan meciptakan program ketahanan Energi Nasional
    Energy terbarukan telah menjadi ambisi global di negara-negara  Eropa, yang unggul dalam teknologi ramah lingkungan, dan negara-negara Timur Tengah serta Asia. Kecenderungan itu, oleh PBB, diperkirakan akan terus dikaji. Berdasarkan draf terbaru Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) PBB yang dikeluarkan, pemanfaatan energy terbarukan, seperti tenaga angin dan matahari, diperkirakan akan meningkat pada 2050. Pada tahun 2008, penggunaan energy terbarukan secara global baru mencapai sekitar 19,9%. Peringkat pertama jenis energi itu masih berupa kayu bakar yang banyak digunakan di negara berkembang sebagai bahan bakar untuk memasak dan penghangat. Penggunaan bioenergi itu diperkirakan mencapai 10,2%. Namun demikian, saat ini kayu bakar tidak lagi dimasukkan dalam skenario IPCC.
    Dengan teknologi energi terbarukan yang semakin murah  Untuk mendapat gambaran yang komprehensif dalam pengembangan potensi dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan, maka berdasarkan fakta yang ada dapat diuraikan aspek kekuatan (strength), yaitu perbandingan antara beban rata-rata yang dibangkitkanoleh pembangkit dalam suatu periode (average load generated in period) dengan beban maksimum yang dapat dibangkitkan. Adapun kekuatan (strength) energi terbarukan di Indonesia antara lain adalah potensi sumber daya terbarukan Indonesia pemanfaatannya bisa berkelanjutan; energi terbarukan berpeluang untuk mendapatkan dana karbon kredit dan dukungan berbagai perundang-undangan terkait dan kegiatan pemanfaatan terbarukan sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan.
    kelemahan (weakness), Energi Terbarukan; Kelemahan pemanfaatan energi terbarukan antara lain: pembangkit listrik menjadi ekonomis sumber); pembangkit listrik energy terbarukan membutuhkan investasi yang sangat mahal untuk eksplorasi, pengeboran dan pembangunan pembangkit; pembangunan pembangkit listrik energi terbarukan dapatm memengaruhi stabilitas tanah di daerah sekitarnya karena pengeboran dan sumber energi terbarukan dapat habis jika tidak dikelola dengan baik. di daerah energi terbarukan (dekat peluang (opportunity)  ) Energi Terbarukan; peluang pemanfaatan energy terbarukan di Indonesia antara lain: dapat mengurangi penggunaan devisa dari pemanfaatan energi berbasis fosil,dan ancaman (threat) . Terbarukan; ancaman (threat) dalam mengembangkan energi terbarukan antara lain: masih terbatasnya SDM khususnya di daerah; investasi di sector yang kuat.

    Dengan paparan tersebutlah yang menjadikan mengapa ketahanan energy nasional melalui energy terbarukan menjadi penting dan untuk lebih meyakinkan keberhasilan akan ketahanan energy maka kita bisa melakukan studi komparati dari Negara lain yaitu Negara yang bisa merefleksikan dari asia dan eropa atau wujud Negara berkembang dan Negara maju, Tujuannya sebagai upaya untuk mengetahui seberapa mampu indonesia mengadakan ketahanan energy dengan membahas dua permasalahan di atas dan selanjutnya akan melihat kebijakan energi di dua negara yaitu Malaysia dan Jerman. Malaysia dipilih mengingat negeri jiran ini memiliki karakteristik yang mirip dengan Indonesia dan berhasil mengelola kebijakan energinya dengan baik. Sementara itu pemilihan Jerman disebabkan karena negara ini merupakan salah satu negara yang maju namun tidak memiliki kekayaan sumber minyak dan juga tidak mempunyai perusahaan pertambangan minyak. Namun Jermanlah yang menjadi pelopor dalam transformasi sistem energi terbarui dan masyarakat Jerman memiliki kesadaran yang tinggi terhadap isu pemanasan global dan perubahan iklim (Jacobsson 2006, 265-271). yaitu :
    Pengelolaan Energi di Malaysia: Diversifikasi Bahan Bakar, Sejak puluhan tahun pemerintah Malaysia telah memformulasikan berbagai kebijakan energi untuk memastikan keberlangsungan energi jangka panjang dan keamanan pasokan energi bagi pembangunan negerinya seperti Kebijakan Energi Nasional (1979), Kebijakan Penipisan Nasional (1980) dan Kebijakan Diversifikasi Bahan Bakar (1981) (Mohamed dan Lee, 2006, 238). Kebijakan diversifikasi bahan bakar di Malaysia secara terus menerus dikaji ulang untuk menjamin bahwa Malaysia tidaklah bergantung pada satu sumber energi.
    Sementara itu Indonesia pun sudah memiliki berbagai kebijakan diversifikasi energi sejak tahun 1981 namun sayangnya kebijakan tersebut masihlah bersifat wacana dan belum menunjukkan dampak yang nyata terhadap ketergantungan minyak (Yuliarto, 2008). Hal ini terlihat dari masih besarnya konsumsi bahan bakar minyak yang mencapai 76 persen pada tahun 1990 dan di tahun 2003 konsumsi minyak tetaplah dominan walaupun turun persentasenya yaitu 63 persen dari total energy nasional. Bila dikonversi dalam barrel per hari, ternyata justru terjadi peningkatan konsumsi minyak yang drastis dari 621 ribu barrel per hari pada tahun 1990 menjadi 1,132 juta barrel per hari di tahun 2003 (BP World Energy 2007 dalam Yuliarto, 2008)
    Malaysia mampu mengembangkan dan meningkatkan sumber alternatif lainnya yaitu terutama gas dan batu bara Keadaan yang berbeda di Indonesia, penggunaan gas alam dan batu bara sebagai sumber energy alternatif tidaklah mengalami kenaikan yang signifikan. Secara keseluruhan sektor energi di Malaysia masih sangat bergantung pada sumber bahan fosil yaitu minyak bumi dan gas walaupun Malaysia sudah berhasil mengurangi ketergantungan atas minyak bumi. Berbagai macam kebijakan dan program diterapkan oleh pemerintah Malaysia dalam rangka menggantikan bahan bakar fosil ke bahan energi terbarui.
    Kebijakan energi di Jerman lebih memfokuskan pada penggunaan batu bara dan tenaga nuklir. Namun sejak pertengahan tahun 1970an, masyarakat Jerman memprotes penggunaan tenaga nuklir yang akhirnya berbuntut pada aksi-aksi demonstrasi. Banyak yang berpandangan seharusnya pemerintah lebih menekankan pada efisiensi energi dan energi terbarui. Riset dan pengembangan energi terbarui juga memberikan efek yang luar biasa terhadap munculnya berbagai macam organisasai yang nantinya menjadi actor penting dalam advokasi tenaga surya dan angin misalnya asosiasi industri energy surya Jerman pada tahun 1978, institusi Ekologi (Öko-Institut) untuk Freiburg dibentuk oleh gerakan lingkungan pada tahun 1977 dan Eurosolar didirikan pada tahun 1988. Institusi ekologi ini menyediakan ahli-ahli tandingan bagi perjuangan melawan pemerintah dan kepentingan dalam hal penggunaan tenaga nuklir. Institusi ini memiliki peranan penting bagi perkembangan kebijakan energy terbarui.
    Sementara itu Eurosolar merupakan organisasi yang mengkampanyekan energi terbarui dalam struktur politik yang independen dari partai politik, perusahaan dan kelompok-kelompok kepentingan walaupun beberapa anggotanya merupakan anggota parlemen Jerman dari berbagai partai. Studi yang dilakukan oleh Jacobsson dan Lauber, 2006) menunjukkan bahwa organisasi-organisasi inilah yang bersama-sama dengan parlemen mendorong pemerintah untuk menerapkan kebijakan-kebijakan energi terbarui. Pada saat itu pemerintah Jerman kurang memiliki komitmen terhadap energi terbarui dan lebih mendengarkan kelompok kepentingan nuklir dan batu bara. Selain itu Jerman juga mulai berusaha untuk mengganti bahan bakar bensin ke biofuel sebagai rekomendasi Uni Eropa untuk meningkatkan penggunaan energy terbarui di semua sektor. Tahun 2002 parlemen Jerman memutuskan untuk membebaskan semua biofuel terhadap pajak bahan bakar. Pembebasan ini diterapkan sampai pada akhir tahun 2009 dan pemerintah wajib melaporkan kemajuan atas pengenalan pasar biofuel dan perkembangan harga atas biomas, minyak mentah dan bahan bakar lainnya setiap tahunnya sehingga dapat diadaptasi bila diperlukan (Henke, Klepper dan Schmitiz 2005, 2617).
    Penggunaan bio-ethanol dalam teknologi otomotif dapat menghasilkan share volume sebanyak 10 persen dari bahan bakar fosil. Selain itu kebijakan energi terbarui di Jerman telah mempekerjakan orang sebanyak 120.000-150.000 (Guest Editorial 2006, 253). Saat ini kebijakan terhadap perubahan iklim terdiri dari berbagai kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi melalui pengurangan intensitas energi dalam ekonomi, mengurangi aktifitas yang menguras energi dan terakhir mengganti energi fosil dengan energy terbarui.

    1.      KOMUNIKASI DAN ENERGI
                        Pemberdayaan masyarakat untuk berhemat energi dan menyiapkan energy alternatif juga menjadi salah satu solusi. Agen- agen perubah yang bekerja untuk masyarakat, terutama yang ahli di bidang energi perlu diterjunkan semasiv mungkin. Tentang kebijakan penggunaan energy alternative perlu ketegasan dari pemerintah layanan apa yang diberika  agar masyarakat tertarik untuk mengikutinya. Dampaknya diperlukan motivasi dari semua yang terkait agar masyarakat tertarik untuk mengikutinya. Dampaknya diperlukan motivasi dari semua yang terkait agar terjadi perubahan perilku masyarakat dalam menerima inovasi baru.
                Tentang kebijakan penggunaan energy alternative perlu ketegasan dari pemerintah layanan apa yang diberikan  agar masyarakat tertarik untuk mengikutinya. Dampaknya diperlukan motivasi dari semua yang terkait agar masyarakat tertarik untuk mengikutinya. Dampaknya diperlukan motivasi dari semua yang terkait agar terjadi perubahan perilaku masyarakat dalam menerima inovasi baru. Untuk merealisasikan sejumlah solusi penyelamatan krisis energy tersebut maka pemerintah disini harus berperan aktif sebagai komunikator mengkampanyekan melalui program-program dan kebijakan bagi masyarakat.  Dalam kampanye tersebut harus menyertakan strategi komunikasi yang baik agar komunikasi menjadi efektif dan diterima dengan mudah oleh masyarakat.
    Bentuk ketahanan nasional juga termasuk di dalamnya menciptakan Kemandirian Energi dengan, mencoba memberikan alternatif strategi komunikasi untuk kemandirian energi di Indonesia. Hal-hal yang ditulis terkait dengan masalah apa saja yang menjadi kendala sekaligus solusi yang bisa diterapkan pemerintah dan masyarakat terkait dengan upaya kemandirian energi. Pada bagian akhir akan coba diformulasikan strategi komunikasi yang tepat untuk menuju kemandirian energi di Indonesia ini.
    Strategi Komunikasi
                Untuk masalah strategi komunikasi dalam hal kemandirian energi, pihak yang bertanggung jawab adalah Pemerintah. Kredibilitas pemerintah dalam hal ini terkait dengan komitmen dan ketepatan mengambil keputusan strategis akan mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat. Transparansi setiap kebijakan yang diambil juga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kepercayaan masyarakat
    Langkah Strategi Komunikasi
    ·         Langkah pertama adalah analisis situasi. Yaitu mencoba mengidentifikasikan masalah secara jelas. Situasi yang dianalisa mencakup lingkungan dan sumber daya alam apa saja yang dapat digunakan sebagai bahan baku energi alternatif.
    ·         Kedua, analisis khalayak dan tingkat KAP (Knowledge, Attitude, Practice). Analisis ini menggunakan pendekatan PRA (Participatory Rapid Appraisal ). Masingmasing khalayak mempunyai tingkat pengetahuan dan ketrampilan yang berbeda, karenanya strategi yang digunakan pada masing-masing khalayak juga tidak sama.
    ·         Ketiga,tujuan komunikasi yaitu tujuan terukur yang ingin dicapai dengan strategi yang digunakan. Dalam hal ini tujuan komunikasi lebih ditekankan untuk memberi informasi sekaligus merubah sikap dan perilaku masyarakat terkait dengan kesadaran berhemat energi dan beralih pada sumber energi baru yang lebih ramah lingkungan.
    ·         Keempat, desain strategi yaitu kegiatan yang dimulai dengan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
    ·         Kelima, partisipasi dari kelompok strategis. Tahap ini memerlukan keterlibatan langsung pihak-pihak yang terkait dan kompeten di bidang energy.
    ·         Keenam pemilihan media dan bagaimana menggabungkan media yang digunakan. Media bisa berupa cetak, elektronik dan internet. Pemerintah sebagai pihak yang bertanggung jawab hendaknya semasiv mungkin menginformasikan pentingnya energy baru dan bagaimana cara mengolah bahan baku alam menjadi sumber energy alternatif.
    ·         Ketujuh, desain pesan. Unsur yang harus ada dalam pesan yang efektif adalah seperti yang diungkapkan oleh Wilbur schramm, yaitu menarik, menggunakan symbol yang sama, menimbulkan kebutuhan dan sekaligus pesan berisi solusi dari kebutuhan yang timbul. Kebanyakan pesan dari pemerintah saat ini tentang energy lebih menekankan pada penggunaan secara teknis tapi belum sampai pada tahap inovatif mmenciptakan energi.
    ·         Kedelapan dan kesembilan, produksi media sekaligus menggunakan media yang dipilih. Setelah pemilihan media dan desain pesan langkah selanjutnya adalah eksekusi dengan memanfaatkan media yang tepat.
    ·         Kesepuluh, monitoring, evaluasi dan dokumentasi. Strategi komunikasi yang diambil mulai dari analisis situasi sampai dengan eksekusi media memerlukan pengawasan dan evaluasi serta dokumentasi. Hal ini dimaksudkan agar setiap strategi yang diambil dapat diubah jika tidak tepat tujuan dan sasaran dan akan mudah untuk diperbaiki jika ada kesalahan dalam setiap langkahnya.

    KESIMPULAN

    Pada saat ini indonesia bahkan dunia terancam dengan adanya kelangkaan dan krisis energy oleh sebab itu sangat di butuhkan upaya-upaya untuk mencegah dan menanggulangi hal tersebut sebelum benar-benar merugikan masyarakat. Upaya tersebut bisa berupa mencari energy alternative, penghematan energy dan yang paling penting adalah membentuk ketahanan energy nasional. Upaya ini mengingat potensi dan cadangan minyak bumi terbatas jumlah dan cadangannya, sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi. Untuk itu pada saat sekarang ini perlu difikirkan pemanfaatan sumber energi sebagai energi alternatif dan menganekaragamkan penggunaan energi (diversifikasi energi).
    Energy alternatif yang merupakan pengganti bahan bakar minyak yang sangat dibutuhkan dan cadangannya terus berkurang dan akan lebih baik bila lebih ramah lingkungan Indonesia merupakan salah satu negara yang paling kaya sumber keanekaragaman hayatinya dan didukung dengan iklim yang sangat baik merupakan tempat tumbuhnya berbagai tanaman termasuk tanaman yang dapat menghasilkan energy alternatif. Beberapa jenis tanaman ternyata telah terbukti dapat digunakan sebagai sumber energi. Tanaman-tanaman itu sudah cukup dikenal seperti sawit, kelapa, jarak, singkong, tebu dan lain-lain. Dengan kondisi itu juga otomatis akan mempengaruhi makhluk hidup lainnya seperti ternak dan manusianya. Beberapa proses pembuatan bahan bakar alternatif telah banyak diketahui tetapi belum cukup luas secara detail diketahui oleh masyarakat kita.
    Terdapat banyaknya jenis energy alternative yang mudah di buat Biodiesel dari minyak goreng bekas, Minyak Jarak Pengganti Solar, Biogas dari Kotoran Ternak. Dengan banyaknya jenis energy alternative diharapkan mampu menunjang hajat hidup masyarakat. . Potensi panas bumi, tenaga air, limbah pertanian (cangkang, tandan dan ampas daging sawit) adalah sumber energy terbarukan, dapat menggantikan peran minyak dan gas bumi, khususnya untuk penyediaan tenaga listrik skala besar. Teknologi pemanfaatan sumber daya energi air, biodisel, biogas skala kecil telah kita miliki. Percepatan pemanfaatan sumber daya energi perlu dilakukan segera untuk kelestariannya.
    Keseriusan pemerintah lndonesia untuk membangun kemandirian energi berupa kampanye energy alternative, kampanye penghematan dan ketahanan energy nasional adalah bagian dari upaya untuk menyelamatkan bangsa dan dunia Dari Krisis energi yang melanda masyarakat dunia menuntut semua bangsa untuk bersiap dengan energi alternatif yang cepat saji dan ramah lingkungan. Karenanya diperlukan strategi komunikasi yang efektif untuk mewujudkannya, dimana ada sepuluh tahapan yang harus ditempuh. Mulai dari (1) analisis situasi, (2) analisis khalayak dan tingkat KAP, (3) tujuan komunikasi, (4) desain strategi, (5) partisipasi dari kelompok strategis, (6) pemelihan media, (7) desain pesan, (8) produksi media, (9) penggunaan media dan yang terakhir, (10) monitoring, evaluasi dan dokumentasi. Secara nasional adanya penghematan energy terutama energy listrik dan energy minyak bumi bisa diketahui dan ducanangkan programnya dari media massa cetak dan elektronik  seminar, diskusi dan pergaulan sehari-hari.

              











    REFERENSI JURNAL

    Al Hasibi, Rahmat. 2010.  “Peran Sumber Energi Terbarukan dalam Penyediaan Energi Listrik dan Penurunan Emisi CO2 di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ”,.
    Aisyah, Nur. 2005.  “Menuju Ketahanan Energi Indonesia: Belajar dari Negara Lain” Kotarumalos Peneliti Pusat Penelitian Sumber Daya Regional.
    Badan  penelitian dan pengembangan. 2006.  “Analisis Pemanfaatan Sumber Daya Energi Alternatif Untuk Penyediaan ”  provinsi Sumatra Utara.
    Chahaya S,  Indra. 2005.  “Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Masyarakat   dalam  Upaya Menghemat Pemakain Energi Listrik   di Perumahan Nasional (PERUMNAS) Helvetia   Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan””, Prodi Kesehatan Masyarakat. Universitas Sumatera Utara.
    Handayani, Teti. 2010.  “Efisiensi Energi  Dalam Rancangan Bngunan  ( Energy Efficiency in Building Design )”, Spektrum Sipil.
    Hasan, Zainul. 2012.  “Rancang Bangun Konversi Energi Surya Menjadi Energi Listrik Dengan Model Elevated Solar Tower” Prodi  Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maliki Malang.
    Isnawijayani. 2007.  “Upaya Masyarakat Sumatra Selatan Menggunakan Energi Alternatif”, STISIPOL SUMSEL.
       Jasa, Lie. 2010.  “Mengatasi  Krisis  Energi  Dengan  Memanfaatkan  Aliran Pangkung sebagai pembangkit listrik alternative” Prodi  Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Udayana.
    Lemhanas. 2012.  “Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) guna Penghematan Bahan Baku Fosil dalam Rangka Ketahanan Energi Nasional” Jurnal Kajian Lemhannas RI.
    Lemhanas . 2013.  “Pengembangan Teknologi Nuklir guna Pemanfaatan Energi Terbarukan dalam rangka Meningkatkan Ketahanan Energi Nasional” Jurnal Kajian Lemhannas RI.
    Nuryanti . 2013.  “Strategi Komunikasi Membangun Kemandirian Energi”, Prodi Ilmu        Komunikasi, Universitas Jenderal Soedirman
    Simanjuntak, Melvin Emil. 2005.  “Beberapa Energi  Alternatif  Yang  Terbarukan dan Proses  Pembuatannya” Prodi Teknik Mesin, Politeknik Negeri Medan.
    Sugiyono, Bambang dkk . 2013.  “Strategi Pengembangan Energi Terbarukan (Bio-fuel) di Indonesia”, Prodi Ekonomi, Universitas Brawijaya.
      Syahrul. 2008.  “Prospek Pemanfaatan Energi Angin Sebagai Energi Alternatif  di Daerah  Pedesaan”,Prodi  Pendidikan Teknik Elektro FT UNM.



  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

SUBSCRIBE

Text Widget

Followers

Instagram

Pages

recent posts

Video of the Day

Flickr Images

Like us on Facebook

Flickr Images

Popular Posts